Sahabat , nggak kerasa kita bakal segera menyambut bulan Dzulhijjah. Buat kamu yang tahun ini dikasih kelapangan rezeki dan berniat buat berqurban, wah, mantap banget! Semoga berkah dan diterima ya.
Nah, buat kita yang mau ikutan berqurban, ada satu aturan main yang super penting tapi sering bikin salah paham nih. Yaps, apalagi kalau bukan larangan memotong rambut dan kuku begitu masuk bulan Dzulhijjah.
Biar ibadah qurban kamu makin afdol dan nggak bingung lagi, yuk kita bahas santai ketentuannya di bawah ini!
Dalilnya dari Mana, Sih?
Aturan ini bukan sekadar tradisi, tapi langsung bersumber dari sabda Rasulullah ﷺ. Biar makin mantap, ini dia teks aslinya:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذُو الْحِجَّةِ فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ
(Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang memiliki hewan qurban untuk disembelih, maka jika hilal bulan Dzulhijjah telah muncul, janganlah ia mengambil (memotong) rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia berqurban.") (HR. Muslim)
Kapan Aturan Ini Mulai dan Selesai?
Mulai: Sejak tanggal 1 Dzulhijjah (waktu maghrib setelah hilal awal bulan diumumkan pemerintah).
Selesai: Begitu hewan qurban kamu selesai disembelih di hari Nahar (10 Dzulhijjah) atau di hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Apa Saja yang Nggak Boleh Dipotong?
Ingat ya, larangannya mencakup tiga hal ini:
Rambut di seluruh tubuh: Bukan cuma rambut kepala ya, tapi juga kumis, jenggot, bulu ketiak, sampai bulu kemaluan.
Kuku: Baik kuku tangan maupun kuku kaki.
Kulit: Mengelupas kulit mati di sekitar kuku atau bibir juga sebaiknya dihindari dulu.
Fakta Penting: Larangan ini hanya berlaku buat kamu yang punya qurban (shohibul qurban). Anggota keluarga yang nggak ikutan patungan atau si hewan qurbannya sendiri, nggak kena aturan ini ya!
Kalau Telanjur Potong, Qurbannya Sah Nggak?
"Aduh, kelupaan potong kuku pas tanggal 3 Dzulhijjah, gimana dong?"
Tenang, jangan panik! Mayoritas ulama (termasuk dalam Mazhab Syafi'i yang banyak dianut di Indonesia) menjelaskan kalau hukum larangan ini adalah Makruh.
Artinya, kalau kamu sengaja atau nggak sengaja memotongnya, kamu nggak berdosa dan qurban kamu tetap sah 100%. Cuma ya, sayang banget kamu jadi kehilangan pahala kesunnahannya. Jadi kalau telanjur, cukup istighfar dan jangan diulangi sampai hari penyembelihan tiba.
Kenapa Sih Ada Larangan Ini? (Hikmahnya)
Islam itu indah, setiap aturan pasti ada hikmahnya. Para ulama menjelaskan dua alasan manis di baliknya:
Biar Mirip Jamaah Haji: Kita yang belum bisa berangkat ke makkah tahun ini, diajak untuk merasakan "vibe" spiritualnya jamaah haji yang lagi ihram (yang juga dilarang potong rambut dan kuku).
Pengampunan Total: Biar seluruh bagian tubuh kita—sampai ke rambut dan kuku yang paling kecil—tetap utuh saat qurban disembelih, dengan harapan semuanya bakal dibebaskan dari siksa api neraka. Keren banget, kan?
Gimana Kalau Darurat?
Islam itu fleksibel dan nggak bikin susah. Kalau ada kondisi darurat, aturan ini boleh dilanggar. Contohnya:
Kuku kamu patah dan rasanya sakit banget kalau nggak dipotong.
Ada luka di kepala yang mengharuskan rambut dicukur demi pengobatan.
Kalau kondisinya begini, silakan dipotong ya. Kesehatan dan keselamatan kamu tetap nomor satu!
Tips Singkat
Biar kamu nggak mati gaya karena kuku kepanjangan atau rambut berantakan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, ini tipsnya:
"H-1 sebelum masuk tanggal 1 Dzulhijjah, yuk agendakan 'Me Time' buat potong kuku, cukur kumis, atau potong rambut sampai rapi!"
Nah, itu dia penjelasan ringkasnya. Semoga artikel ini bermanfaat buat pembaca setia abufariz.com. Yuk, share artikel ini ke keluarga atau grup WhatsApp jemaah masjid kamu biar makin banyak yang tahu!
Selamat mempersiapkan ibadah qurban, Sahabat!