Empat bentuk kolaborasi tersebut dikategorikan berdasarkan beberapa faktor utama:
Perlunya kehadiran keluarga (apakah harus hadir fisik atau bisa daring/tidak langsung).
Tujuan kolaborasi (apa yang ingin dicapai).
Inisiasi (siapa yang memulai kolaborasi, apakah dari sekolah atau keluarga).
Jumlah pihak yang terlibat (apakah melibatkan banyak orang tua atau perorangan).