Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh... (dst).
Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita nikmat iman dan kesempatan untuk bernapas di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW.
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,
Berbicara tentang Ramadhan, pikiran kita pasti langsung tertuju pada pahala yang dilipatgandakan. Salah satu pintu pahala yang paling lebar adalah sedekah. Namun, seringkali muncul bisikan di hati kita: "Aduh, saya sedang tidak punya uang banyak untuk sedekah," atau "Tabungan saya mepet untuk keperluan Lebaran nanti."
Perlu kita pahami, Islam adalah agama yang sangat memudahkan pemeluknya untuk berbuat baik. Sedekah tidak melulu soal nominal rupiah atau harta benda. Ada satu jenis sedekah yang paling murah, paling mudah, tapi dampaknya luar biasa dahsyat: yaitu Senyuman.
Mengapa Senyum Disebut Sedekah?
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi:
"Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu." (HR. Tirmidzi)
Di bulan Ramadhan, saat perut kita lapar dan tenggorokan kering, wajah kita cenderung terlihat "lemas" atau bahkan "ketus". Kadang kita jadi mudah marah dan sulit tersenyum karena merasa lelah. Padahal, justru di saat sulit itulah, senyuman kita menjadi sedekah yang nilainya sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Jamaah yang berbahagia,
Sedekah harta berfungsi membantu ekonomi sesama, namun sedekah senyum berfungsi memuliakan hati sesama. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 263 tentang pentingnya menjaga lisan dan sikap yang baik:
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun."
Ayat ini menegaskan bahwa sikap yang baik (termasuk wajah yang ramah/senyum) jauh lebih mulia daripada memberi uang tapi disertai dengan wajah cemberut atau kata-kata yang menyakitkan.
Apa Manfaat Sedekah Senyum di Bulan Ramadhan?
Menjaga Suasana Ibadah: Bayangkan jika semua orang di masjid atau di rumah saling melempar senyum tulus, maka ibadah akan terasa jauh lebih ringan dan damai.
Menggugurkan Dosa: Senyum adalah tanda hati yang bersih. Dengan tersenyum, kita sedang menyebarkan energi positif dan kasih sayang (rahmah) yang sangat dicintai Allah.
Melengkapi Puasa Kita: Puasa bukan hanya menahan makan, tapi menahan ego. Orang yang sombong sulit tersenyum, maka orang yang murah senyum adalah orang yang berhasil menundukkan kesombongan hatinya.
Sebagai penutup,
Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbanyak sedekah. Jika ada harta, berikanlah. Jika tidak ada, jangan pelit dengan wajah kita. Jangan biarkan lapar membuat wajah kita kaku. Ingatlah, satu senyuman tulus kepada sesama Muslim di bulan ini, bisa jadi adalah amalan yang memberatkan timbangan kebaikan kita di akhirat kelak.
Semoga Allah SWT menerima puasa kita dan menjadikan kita pribadi yang murah hati serta murah senyum.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.