Puasa Bukan Alasan Menjadi Reba-nawan: Produktivitas di Bulan Suci

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahilladzi ja’ala syahra ramadhana syahran mubarakan... (dst).

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan hari pertama Ramadhan tahun ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,

Biasanya, di hari pertama puasa seperti sekarang, godaan terberatnya adalah rasa kantuk dan lemas yang luar biasa. Tubuh sedang beradaptasi. Akhirnya, muncul jargon di kalangan anak muda: "Puasa itu mending tidur daripada maksiat, kan tidur orang puasa itu ibadah?"

Nah, di sinilah kita perlu meluruskan niat. Jangan sampai puasa menjadi alasan untuk kita menjadi "Reba-nawan" alias kaum rebahan yang tidak produktif.

Mengapa kita tidak boleh sekadar rebahan?

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 7:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)."

Ayat ini adalah prinsip produktivitas. Allah tidak menyukai hamba-Nya yang membuang waktu sia-sia. Ramadhan bukan bulan "istirahat panjang", melainkan bulan "training center". Jika di bulan biasa kita bisa bekerja atau belajar dengan tenaga penuh, seharusnya di bulan Ramadhan kita bisa lebih hebat lagi karena ada keberkahan waktu di dalamnya.

Jamaah yang berbahagia,

Mari kita tengok sejarah. Perang Badar yang sangat menentukan masa depan Islam, terjadi di bulan Ramadhan. Fathu Makkah (Pembebasan kota Mekkah) juga terjadi di bulan Ramadhan. Para sahabat Nabi tidak rebahan menunggu bedug Maghrib; mereka justru melakukan karya-karya besar saat perut mereka kosong.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu..."

Menjadi produktif di bulan puasa tidak harus selalu kerja berat secara fisik. Produktif bisa berarti:

  1. Produktif Ibadah: Biasanya baca sosmed 2 jam, sekarang ganti baca Al-Qur'an.

  2. Produktif Belajar: Tetap fokus menyimak pelajaran atau bekerja meski sedang haus.

  3. Produktif Berbagi: Memikirkan ide kreatif untuk membantu sesama.

Sebagai penutup,

Mari kita jadikan Ramadhan hari pertama ini sebagai momentum. Jangan biarkan setan tertawa melihat kita hanya pindah tidur dari pagi ke siang, siang ke sore dengan dalih "ibadah". Ingat, nilai pahala kita berbanding lurus dengan kesungguhan dan usaha kita.

Mari kita buktikan bahwa dengan puasa, pikiran justru lebih tajam dan raga justru lebih bermanfaat. Sayangi waktu kita, karena Ramadhan hanya datang 30 hari dalam setahun, tapi dampaknya harus terasa sepanjang hayat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.