LKPD PAI Kelas 6 : Surah Ad-Dhuha dan Hadis tentang Menyayangi Anak Yatim


Pendahuluan

Surah Ad-Dhuha merupakan surah ke-93 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 11 ayat. Surah ini memberikan pesan yang sangat penting tentang kasih sayang Allah Swt. kepada manusia. Surah Ad-Dhuha juga mengajarkan agar manusia selalu bersyukur atas nikmat Allah, tidak menyakiti anak yatim, tidak menghardik orang yang meminta pertolongan, serta senantiasa menceritakan dan mensyukuri nikmat Allah.

Selain mempelajari kandungan surah, peserta didik juga perlu memahami hukum bacaan tajwid, khususnya bacaan tafkhim dan tarqiq, agar dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Materi ini juga berkaitan erat dengan hadis Nabi Muhammad saw. tentang menyayangi dan memelihara anak yatim. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan bantuan kepada anak yatim.


Jawaban dan Pembahasan Asesmen Formatif

1. Jelaskan kandungan utama yang terdapat dalam Surah Ad-Dhuha!

Jawaban:

Kandungan utama Surah Ad-Dhuha adalah tentang kasih sayang dan perhatian Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. Surah ini mengingatkan bahwa Allah tidak meninggalkan dan tidak membenci hamba-Nya.

Surah Ad-Dhuha juga mengajarkan manusia untuk selalu mengingat nikmat Allah dan mensyukurinya. Allah mengingatkan Nabi Muhammad saw. tentang keadaan beliau ketika menjadi yatim, kemudian Allah memberikan perlindungan; ketika beliau belum mengetahui jalan yang benar, Allah memberikan petunjuk; dan ketika beliau dalam keadaan kekurangan, Allah memberikan kecukupan.

Pada bagian akhir, surah ini memberikan perintah agar manusia memperlakukan anak yatim dengan baik, tidak menghardik orang yang meminta pertolongan, serta menyampaikan dan mensyukuri nikmat Allah.

Kesimpulan:
Surah Ad-Dhuha mengajarkan kita untuk bersyukur, menyayangi anak yatim, membantu orang yang membutuhkan, dan selalu mengingat nikmat Allah Swt.


2. Sebutkan perbedaan antara bacaan tafkhim dan tarqiq!

Jawaban:

Tafkhim adalah membaca huruf dengan suara tebal, sedangkan tarqiq adalah membaca huruf dengan suara tipis.

Contohnya:

  • Tafkhim: huruf ر dibaca tebal pada keadaan tertentu.

  • Tarqiq: huruf ر dibaca tipis pada keadaan tertentu.

Selain itu, huruf-huruf isti'la pada umumnya dibaca dengan suara tebal, yaitu:

خ، ص، ض، غ، ط، ق، ظ

Sedangkan bacaan tarqiq menghasilkan suara yang lebih ringan atau tipis.

Kesimpulan:
Perbedaan utama tafkhim dan tarqiq terletak pada cara mengucapkan huruf, yaitu tafkhim dibaca tebal dan tarqiq dibaca tipis.


3. Mengapa pemahaman hukum tajwid penting dalam membaca Surah Ad-Dhuha? Jelaskan!

Jawaban:

Pemahaman hukum tajwid penting agar kita dapat membaca Surah Ad-Dhuha dengan benar, jelas, dan sesuai dengan kaidah membaca Al-Qur'an.

Dengan mempelajari tajwid, kita dapat mengetahui bagaimana cara membaca setiap huruf, panjang pendek bacaan, dengung, serta bacaan tebal dan tipis. Kesalahan dalam membaca huruf atau hukum bacaan dapat menyebabkan bacaan menjadi kurang tepat.

Mempelajari tajwid juga merupakan salah satu bentuk penghormatan kita terhadap Al-Qur'an sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt.

Kesimpulan:
Tajwid membantu kita membaca Al-Qur'an dengan tepat, baik, dan benar, sehingga bacaan menjadi lebih sesuai dengan kaidah yang diajarkan.


4. Jelaskan isi kandungan Surah Ad-Dhuha yang berkaitan dengan kepedulian terhadap anak yatim!

Jawaban:

Kepedulian terhadap anak yatim terdapat dalam Surah Ad-Dhuha ayat 9:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Artinya kurang lebih: "Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."

Ayat tersebut mengajarkan kepada kita agar menyayangi anak yatim dan tidak menyakiti, menghina, menghardik, atau memperlakukannya dengan kasar.

Anak yatim membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Oleh karena itu, kita dapat menunjukkan kepedulian dengan membantu kebutuhannya, berbagi makanan, memberikan pendidikan, menghormatinya, dan membuatnya merasa disayangi.

Kesimpulan:
Surah Ad-Dhuha mengajarkan agar kita menyayangi, menghormati, melindungi, dan membantu anak yatim, bukan menyakiti atau merendahkannya.


5. Sebutkan dan jelaskan makna hadis tentang menyayangi anak yatim!

Jawaban:

Salah satu hadis Nabi Muhammad saw. tentang keutamaan menyayangi dan memelihara anak yatim adalah:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

Artinya:

"Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini."

Nabi Muhammad saw. kemudian memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah.

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan menyayangi dan memelihara anak yatim. Orang yang membantu dan memberikan perhatian kepada anak yatim mendapatkan pahala dan kedudukan yang mulia di sisi Allah Swt.

Menyayangi anak yatim tidak hanya berarti memberikan uang. Kita juga dapat membantu dengan memberikan makanan, pakaian, perlengkapan sekolah, pendidikan, perhatian, kasih sayang, serta menjaga perasaannya.

Kesimpulan:
Hadis tersebut mengajarkan bahwa menyayangi dan membantu anak yatim merupakan amal yang sangat mulia dan memiliki keutamaan besar di sisi Allah Swt.


Nilai-Nilai yang Dapat Kita Teladani

Dari pembelajaran Surah Ad-Dhuha dan hadis tentang menyayangi anak yatim, terdapat beberapa sikap yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Bersyukur kepada Allah Swt.

Kita harus menyadari bahwa semua nikmat yang kita miliki berasal dari Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan.

2. Menyayangi anak yatim

Kita tidak boleh membeda-bedakan atau merendahkan anak yatim. Sebaliknya, kita harus memberikan perhatian, kasih sayang, dan bantuan kepada mereka.

3. Membantu orang yang membutuhkan

Islam mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama. Jika memiliki kelebihan, kita dianjurkan untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan.

4. Tidak bersikap kasar

Kita harus menjaga perkataan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, terutama anak yatim dan orang-orang yang berada dalam keadaan lemah.

5. Membaca Al-Qur'an dengan benar

Mempelajari tajwid merupakan bagian penting dalam belajar membaca Al-Qur'an. Dengan tajwid, kita dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan benar.


Ringkasan Materi

Surah Ad-Dhuha mengajarkan tentang kasih sayang Allah Swt., pentingnya bersyukur, menyayangi anak yatim, membantu orang yang membutuhkan, dan menyampaikan nikmat Allah.

Tafkhim berarti membaca huruf dengan suara tebal, sedangkan tarqiq berarti membaca huruf dengan suara tipis.

Tajwid penting dipelajari agar bacaan Al-Qur'an menjadi benar dan sesuai dengan kaidah.

Anak yatim harus diperlakukan dengan kasih sayang dan tidak boleh dizalimi atau dihardik.

Hadis tentang anak yatim mengajarkan bahwa orang yang memelihara dan menyayangi anak yatim mendapatkan keutamaan yang sangat besar, bahkan Rasulullah saw. menyebut kedekatannya dengan beliau di surga.


Kunci Jawaban Singkat

No.Pokok Jawaban
1Surah Ad-Dhuha mengajarkan kasih sayang Allah, bersyukur, menyayangi anak yatim, membantu orang yang membutuhkan, dan mensyukuri nikmat Allah.
2Tafkhim adalah bacaan tebal, sedangkan tarqiq adalah bacaan tipis.
3Tajwid penting agar Al-Qur'an dibaca dengan benar sesuai kaidah dan menghindari kesalahan dalam pelafalan.
4Kita diperintahkan untuk tidak menghardik, menyakiti, atau berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim.
5Hadis mengajarkan keutamaan memelihara dan menyayangi anak yatim serta besarnya pahala bagi orang yang melakukannya.

Penutup

Surah Ad-Dhuha bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan. Melalui surah ini, kita belajar bahwa Allah Swt. selalu memberikan kasih sayang dan pertolongan kepada hamba-Nya.

Sebagai seorang muslim, kita hendaknya membuktikan rasa syukur dengan melakukan kebaikan, membantu sesama, menyayangi anak yatim, serta menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.

Mari menjadi anak yang gemar berbagi, peduli kepada sesama, dan selalu bersyukur atas nikmat Allah Swt.


Download PDF disini : 

https://guru.kemendikdasmen.go.id/bukti-karya/pdf/961965

atau

https://www.mediafire.com/file/9umnc1kdnolz9zy/Kelas_6_-_LKPD_Materi_Surah_Ad_Dhuha_dan_hadits_Saling_memberi.pdf/file