Jika Tri Satya adalah janji, maka Dasa Darma adalah perbuatannya. Bagi adik-adik Siaga Mula, menghafal dan memahami Dasa Darma adalah cara terbaik untuk mulai belajar menjadi pribadi yang hebat, jujur, dan pemberani.
Apa Itu Dasa Darma?
"Dasa" berarti sepuluh, dan "Darma" berarti tuntunan atau bakti. Jadi, Dasa Darma adalah sepuluh tuntunan tingkah laku bagi anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pedoman buku SKU, berikut adalah isi Dasa Darma Pramuka:
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Patriot yang sopan dan ksatria.
Patuh dan suka bermusyawarah.
Rela menolong dan tabah.
Rajin, terampil, dan gembira.
Hemat, cermat, dan bersahaja.
Disiplin, berani, dan setia.
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Cara Praktis Mengajarkan Dasa Darma pada Anak Siaga
Menghafal sepuluh poin mungkin terasa berat bagi anak usia SD. Berikut adalah strategi yang bisa digunakan oleh pembina atau orang tua:
Metode Singkatan (Jembatan Keledai): Seringkali anak-anak menghafal dengan singkatan seperti "Ta-Ci-Pa-Pa-Re-Ra-He-Di-Ber-Su" untuk mengingat awalan setiap butir darma.
Contoh Nyata (Storytelling): Ceritakan kisah sederhana untuk setiap poinnya. Misalnya, poin ke-7 (Hemat) bisa diajarkan dengan kebiasaan menabung atau mematikan lampu setelah digunakan.
Permainan Kartu: Buatlah kartu yang berisi nomor dan potongan kalimat Dasa Darma, lalu minta adik-adik menyusunnya dengan urutan yang benar.
Mengapa Harus Dihafalkan?
Tujuan utama pengujian Dasa Darma dalam SKU Siaga Mula bukan hanya agar anak bisa mengucapkan teksnya saat ujian, tetapi agar nilai-nilai tersebut tertanam di bawah sadar mereka. Seorang Pramuka harus dikenal karena kesopanannya (Darma ke-3) dan kejujurannya (Darma ke-9).
Kesimpulan
Dengan memahami Dasa Darma, adik-adik Siaga Mula belajar bahwa menjadi kuat bukan hanya soal fisik, tapi soal kebaikan hati dan pikiran. Ini adalah langkah besar dalam pembentukan karakter mereka sebagai tunas bangsa.