Dalam Gerakan Pramuka, kecerdasan bukan hanya soal keterampilan tali-temali, tetapi juga tentang kecerdasan emosional dan etika. Salah satu syarat dalam SKU Siaga Mula adalah kemampuan adik-adik untuk menyampaikan ucapan dengan baik, sopan, dan hormat kepada orang-orang di sekitar mereka.
Sikap sopan santun adalah cerminan pribadi Pramuka yang menghargai harkat dan martabat manusia, baik kepada yang lebih tua maupun sesama teman.
Panduan Berkomunikasi dengan Sopan
Berdasarkan materi SKU, terdapat tiga sasaran utama dalam melatih kesantunan berbicara:
1. Kepada Orang Tua
Berbicara dengan orang tua adalah bentuk rasa terima kasih dan penghargaan kita. Caranya adalah:
Menggunakan bahasa yang santun dan nada suara yang lembut.
Mendengarkan nasihat mereka dengan seksama.
2. Kepada Teman Sebaya
Saat berinteraksi dengan teman, kita bisa menggunakan bahasa yang lebih santai namun tetap memiliki batasan. Caranya adalah:
Tetap menjaga perasaan agar tidak saling menyakiti.
Mengucapkan kata-kata yang membangun dan memberikan dukungan.
Menghindari ucapan kasar atau merendahkan untuk menjaga persahabatan.
3. Kepada Orang Lain (Orang Baru/Lebih Tua)
Sikap hormat kepada orang lain menunjukkan kepribadian yang baik dan membuat kita dihargai oleh lingkungan. Caranya adalah:
Menggunakan sapaan yang sesuai.
Berbicara dengan jelas dan tidak memotong pembicaraan mereka.
Manfaat Menerapkan Sopan Santun
Dengan membiasakan diri berbuat baik dan bertutur kata sopan, seorang Pramuka Siaga akan:
Menciptakan komunikasi yang harmonis.
Membangun lingkungan sosial yang nyaman bagi semua orang.
Menjadi teladan yang baik di rumah maupun di sekolah.
Verifikasi Kompetensi
Apabila adik-adik Siaga telah menunjukkan praktik berbicara yang baik dan sopan dalam kegiatan perindukan sehari-hari, Kakak Pembina dapat memberikan validasi pada kolom SKU:
Tanggal: Waktu penilaian atau pengamatan dilakukan.
Paraf: Tanda tangan Kakak Pembina.
Oleh: Nama jelas penguji.