Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
الحمد للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
Dewan juri yang arif dan bijaksana, serta teman-teman semua yang berwajah ceria dan penuh semangat!
Sebelum saya mulai, saya ingin menyapa teman-teman semua. Kalau saya bilang "Apa kabar generasi Islami?", teman-teman jawab: "Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!" ya. Siap?
Apa kabar generasi Islami? (Jeda 2 detik, beri isyarat tangan seolah mendengarkan jawaban penonton) Alhamdulillah! Luar biasa!
Teman-teman yang saya sayangi, siapa di sini yang punya idola? (Beri gestur bertanya ke penonton) Ada yang mengidolakan pemain bola, artis, atau pahlawan super?
Tapi tahu tidak, ada satu idola yang paling hebat, paling keren, dan akhlaknya paling mulia di seluruh dunia. Siapa dia? Ya! Betul sekali! Idola kita adalah Nabi Agung Muhammad SAW.
Oleh karena itu, pada lomba hari ini, saya ingin menyampaikan pidato berjudul: "Aku Anak Saleh, Rasulullah Idolaku!" demi mewujudkan generasi berkarakter Islami sejak dini.
Mengapa kita harus menjadikan Rasulullah sebagai idola? Karena Allah SWT sendiri yang memuji akhlak beliau di dalam Al-Qur'an, Surah Al-Qalam ayat 4:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Wa innaka la'alaa khuluqin 'azhiim.”
Artinya: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur."
Teman-teman yang berbahagia,
Menjadi generasi berkarakter Islami itu seru dan tidak sulit, kok! Kita bisa mulai dari tiga hal sederhana yang dicontohkan oleh Rasulullah:
Yang pertama, berkata jujur. Rasulullah dari kecil tidak pernah berbohong, sampai-sampai dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya). Jadi, sebagai anak saleh, kita tidak boleh menyontek saat ujian dan tidak boleh berbohong kepada orang tua. Setuju? (Arahkan pandangan ke penonton)
Yang kedua, menyebarkan kasih sayang. Rasulullah itu sangat penyayang. Beliau tidak pernah mengejek atau memusuhi orang lain. Nah, kita sebagai anak mual, stop bullying! Jangan suka mengejek nama orang tua teman, atau membeda-bedakan teman.
Sebab, Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita dalam sebuah hadits:
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Ittaqillaha haitsuma kunta, wa atbi’is-sayyi’atal-hasanata tamhuha, wa kholiqin-naasa bi khuluqin hasan.”
Artinya: "Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi)
Dan yang ketiga, menghormati orang tua dan guru. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, jangan lupa bersalaman dan meminta doa restu kepada ayah dan bunda. Di sekolah, dengarkanlah penjelasan bapak dan ibu guru dengan takzim.
Teman-teman sekalian, sebelum saya mengakhiri pidato ini, mari kita bersama-sama bershalawat kepada idola kita, Nabi Muhammad SAW. Ikuti saya ya!
(Gunakan nada lagu "Sifat 20" atau "Kisah Sang Rasul" yang populer) Shalatullah salamullah, 'Ala Thaha Rasulillah... Shalatullah salamullah, 'Ala Yasin Habibillah...
Terima kasih teman-teman atas kekompakannya!
Kesimpulannya, mari kita buktikan bahwa kita adalah generasi emas yang berkarakter Islami dengan cara mencontoh sifat jujur, penyayang, dan hormatnya Rasulullah SAW di mana pun kita berada.
Burung kenari di atas dahan, Terbang tinggi ke awan-awan. Mohon maaf atas segala kekurangan, Terima kasih atas perhatian.
Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
