7.09.2018

Sekolah Favorit menurut Hanung Bramantyo

*Catatan Hanung Bramantyo tentang Sekolah Favorit dan Zonasi*

Ketika saya lulus SMP, saya pengen sekolah di sekolah yang saya suka. Sekolah favorit lah kata orang. Sekolah yang didalamnya ekskul nya keren-keren, apalagi Drama Atau teater. Sayangnya, Bapak saya justru menyekolahkan saya di tempat lain. Yang garing. Sekolah yang anti ama Seni. Apalagi Teater. Lalu saya ngambek. Bapak saya kemudian bilang : ‘Hei, nak! Kalo sekolahmu gak ada teaternya, ya kamu bikin. Jangan malah ngambek. Ajari Teman-Teman kamu biar menyukai keinginanmu’. Setelah itu, saya membentuk Teater dan berhasil meraih juara di festival Teater SLTA. Berat sih. Tapi menyenangkan.

Saat saya lulus kuliah, saya nyari Production House favorit yang bisa kasih kesempatan saya bikin film-film yang saya suka. Tapi saya tidak pernah diterima. Ditolak. Dianggap gak level. Lalu saya inget nasehat bapak. Setelah itu saya bikin sendiri PH yang bisa mewujudkan Karya-Karya sekaligus orang-orang yang mau belajar bikin film bersama. Jadi lah DapurFilm Production.

Setiap kali saya gak dapetin tempat yang saya mau, saya selalu inget nasehat Bapak. Jangan nyerah! bikin! Ujudkan! Tularkan! Ajarkan! Buktikan!

Jadi sejak kecil saya tidak kenal apa itu sekolah favorit, tempat favorit. Bapak saya selalu ngajarin kalo DIRI KITALAH yang bikin tempat jadi favorit. Bukan Mencari-cari sekolah favorit biar kita gaul sama anak-anak yang keren. Yang pinter-pinter. Gurunya cerdas tangkas menggelora. Tidak!

Ketika anak-anak saya sekolah, saya juga Tidak akan meminta anak2 saya ngejar sekolah Favorit. Tapi saya akan ajak anak-anak saya sekolah di tempat yang dekat dengan rumah. Bergaul dengan kawan-kawan yang gak harus semua pinter. Tapi kawan-kawan yang mau diajak belajar bareng. Sebelum pak Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nasional membuat kebijakan Zonasi Sekolah, saya sudah dididik oleh Bapak saya untuk selalu menciptakan sekolah favorit sendiri di rumah. Karena pendidikan yang paling Utama adalah di rumah. Ditengah keluarga. Terima Kasih ya pak. Semoga bapak tenang disisi Allah.

_Buat pak Menteri Muhajir, lanjutkan perjuangan anda pak_. Bismillah! Tidak mudah memegang amanah di negeri ini.

*Hanung Bramantyo Anugroho*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk Berdiskusi !!!