Langsung ke konten utama

Pengawas PAI Itu Harus Pintar



(Pinmas) —- Sebagai pengawas pendidikan, para pengawas mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dituntut untuk memiliki pemahaman yang lebih dibanding dengan para guru PAI itu sendiri. Dengan demikian, para pengawas bisa membina dan  memberikan masukan kepada para guru terkait implementasi kurikulum 2013 PAI yang baik.
“Pengawas PAI harus lebih paham dan terampil mengenai implementasi Kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti,” demikian disampaikan oleh Direktur PAI, Amin Haedari, saat membuka bimbingan teknis (bimtek) bagi pengawas PAI di Magelang, Kamis (18/09). 
“Pengawas PAI harus lebih maju dan pinter dibanding Guru PAI yang dibinanya,” tambahnya.
Amin mengaku karena alasan itulah  Direktorat PAI pada tahun 2014 berkomitmen melakukan bimtek bagi lebih dari 1.200 pengawas. Tujuannya agar pengawas benar-benar pede (percaya diri) dalam implementasi kurikulum 2013 PAI dan Budi Pekerti. “Pengawas harus juga memahami konsep kurikulum, pembelajaran saintifik dan penilaian otentik serta perancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP),” tambah Amin.  
“Di pelbagai kesempatan diutarakan bahwa pengawas akan terus diupgrade kualitasnya. Di antaranya dibukanya peluang peningkatan kualifikasi S-2
Calon Pengawas, pengembangan kurikulum mata diklat pengawas, dan refreshment kompetensi kepengawasan,” imbuhnya Amin.
Selain itu, dalam pandangan alumnus UNJ ini, Kemenag saat ini sudah seharusnya memperbanyak jumlah pengawas. “Mana mungkin bisa menjamin mutu PAI bila pengawas di satu kabupaten/kota hanya beberapa orang?” katanya. Oleh karenanya, Direktorat PAI setiap tahun menyiapkan beasiswa kualifikasi S-2 bagi 400 calon pengawas. Di samping itu,  Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI telah membuka peluang diklat bagi 750 pengawas.
“Dengan kebijakan peningkatan kualitas dan kuantitas pengawas seperti di atas, maka tidak ada lagi pengawas PAI minder menghadapi Guru PAI. Sebaliknya, pengawas akan lebih produktif, kreatif, inovatif, dan aktif (PKIA), sebagaimana diamanatkan dalam kurikulum 2013 PAI,” pungkas Amin. (ah/mkd/mkd)
kemenag.go.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Internet Murah 3GB hanya 20 Ribu dari Indosat Ooredoo

Indosat merupakan salah satu operator besar di Indonesia kini menghadirkan promo menarik buat para pengguna setianya khusus untuk pengguna internet mobile dengan layanan Indosat Ooredoo internet, kini tersedia paket murah internet hanya dengan harga Rp. 20.000 saja kamu dapat Kouta data Internet sebesar 3 GB dengan masa berlakunya selama 30 hari atau satu bulan, cara daftarnya pun simple saja dengan melakikan sms ketik "YA"Kouta Internet ini dapat di cek melalui aplikasi mobile Indosat Ooredoo yakni "mycare" yang dapat di unduh melalui smartphone android dan iOs.

Contoh Surat Pernyataan Orang Tua Tentang Data Diri Siswa

SURAT PERNYATAAN Dengan adanya pengumpulan data bagi murid kelas VI yang akurat. Maka saya sebagai orang tua/wali murid memberikan dan menyatakan bahwa biodata yang tertulis dibawah ini adalah lengkap dan benar.
Nama                            :  ANNISA  MAULIDA Tempat Lahir                :  Martapura Tanggal Lahir               :  3 Juni 2003 Jenis Kelamin               :  Perempuan Agama                          :  Islam Alamat                          : Jl. Martapura Lama Km.18   Desa Penggalaman RT.01 Kecamatan Martapura Barat   Kab. Banjar
Nama Ayah                  :  MACHLIANNOOR Pekerjaan                      :  PNS Agama                          : Islam Alamat                          : Jl. Martapura Lama Km.18  Desa Penggalaman RT.01 Kecamatan Martapura Barat  Kab. Banjar
Nama Ibu                     :  MARYAMAH Pekerjaan                     : Ibu Rumah Tangga Agama                         :  Islam Alamat                         : Jl. Martapura Lama Km.18 Desa Penggalaman RT.01 Kecamatan Ma…

Pertanyaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) Untuk Guru Kelas/Mata Pelajaran

NoIndikator

1Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya2Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.3Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.4Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya.5Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik.6Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan, diolok-olok, minder, dsb.).7Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan ak…